Uncategorized
Beranda » Berita » Sering Mati Lampu Dan Masyarakat Sula Marah,DPRD Komisi III Datangi Pihak PLN

Sering Mati Lampu Dan Masyarakat Sula Marah,DPRD Komisi III Datangi Pihak PLN

 

Foto:Sekretaris Komisi III DPRD Sula Saat Berada Di Lokasi PLTD Waikalopa Sanana Utara

SANANA – Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Sula melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor PLN Sanana guna mencari tahu penyebab sering terjadinya pemadaman listrik yang belakangan dikeluhkan masyarakat akhir akhir ini

Sekretaris Komisi III DPRD Kepulauan Sula, Moh. Azwan Soamole mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, gangguan listrik yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan oleh masalah jaringan serta kerusakan pada salah satu gardu listrik. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan listrik padam hingga kurang lebih 24 jam.

Menurut Azwan, proses penanganan gangguan memerlukan waktu karena pihak PLN harus menunggu kedatangan teknisi bersertifikat yang sedang dalam perjalanan menuju Sanana beberapa hari kemarin. Ia menegaskan bahwa perbaikan gardu dan jaringan listrik tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus ditangani tenaga ahli yang memiliki sertifikasi resmi, Ungkapnya

“Keterlambatan itu karena pihak PLN menunggu teknisi yang masih dalam perjalanan menuju Sanana. Jadi teknisi yang menangani juga harus yang bersertifikat dan tidak bisa dilakukan sembarangan,” ujar Azwan kepada media ini, Selasa 26 Mei 2026.

Dibawah Tangan Dingin FAM-SAH Kembali Raih WTP Yang Ke Tujuh Kalinya

Ia menjelaskan, untuk sementara kondisi mesin, gardu maupun jaringan yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah diperbaiki dan sistem kelistrikan sudah kembali normal.

Azwan juga menyatakan, saat ini terdapat delapan unit mesin pembangkit milik PT Agreko yang disiapkan untuk mendukung pelayanan listrik di wilayah Kepulauan Sula. Dari jumlah tersebut, tujuh unit beroperasi aktif, sementara satu unit lainnya disiagakan sebagai cadangan untuk kondisi darurat atau emergency.

“Mesin yang ada saat ini sebanyak delapan unit milik PT Agreko. Yang beroperasi tujuh unit, sedangkan satu unit disiapkan untuk kondisi darurat. Jadi prosedurnya PLN bekerja sama dengan perusahaan melalui sistem kontrak,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, gangguan jaringan listrik paling sering terjadi di wilayah Kecamatan Sanana Utara dan Kecamatan Sulabesi Selatan. Penyebab utamanya berasal dari pohon-pohon besar yang rantingnya menyentuh jaringan listrik, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang.

Karena itu, Komisi III DPRD Kepulauan Sula mendorong adanya kerja sama antara PLN dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk melakukan pemangkasan ranting pohon yang berada di sepanjang bahu jalan demi meminimalisir gangguan listrik di kemudian hari,Pungkasnya.(Red)

Bupati Kepulauan Sula Memantau Langsung Pemotongan Hewan Qurban Di Sejumlah Desa Dalam Kota Sanana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement